Polwan Polda Metro Jaya Edukasi 330 Pelajar SMKN 29 Jakarta soal Pergaulan Aman hingga Literasi Digital
Jakarta – Polwan Polda Metro Jaya menggelar kegiatan Polwan Goes to School di SMK Negeri 29 Penerbangan Jakarta, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Hari Jadi Polwan Republik Indonesia ke-78 Tahun 2026.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan secara serentak di polres jajaran Polda Metro Jaya sebagai bagian dari upaya Polwan memberikan edukasi langsung kepada pelajar.
Sebanyak 330 siswa mengikuti edukasi bertema “Menjadi Remaja yang Aman, Sehat, dan Bertanggung Jawab.” Para pelajar mendapat pembekalan dari Polwan berbagai bidang tugas, mulai dari psikologi, siber dan perlindungan perempuan serta anak, narkoba, pengamanan, hingga keselamatan berlalu lintas.
Perwira Koordinator Polwan Polda Metro Jaya AKBP Rusmiati Wahyu Lestari mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi Polwan untuk hadir lebih dekat dengan pelajar sekaligus memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga diri di lingkungan sosial maupun digital.
“Melalui Polwan Goes to School, kami ingin mengajak para pelajar menjadi remaja yang aman, sehat, dan bertanggung jawab. Mereka perlu memahami batasan diri, menjauhi narkoba, menolak perundungan, bijak bermedia sosial, serta tidak mudah terprovokasi dalam pergaulan,” ujar AKBP Rusmiati.
Menurut AKBP Rusmiati Wahyu Lestari, masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan karakter. Karena itu, para siswa perlu dibekali pengetahuan tentang pertemanan sehat, personal boundaries, pencegahan kekerasan, seks bebas, cyberbullying, hingga bahaya penyalahgunaan narkoba.
“Remaja harus berani berkata tidak terhadap hal-hal negatif. Mereka juga perlu memahami bahwa setiap tindakan, baik di dunia nyata maupun digital, memiliki dampak dan konsekuensi hukum,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Polwan Polda Metro Jaya juga memberikan edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas dan pencegahan tawuran pelajar. Para siswa diajak untuk mengutamakan keselamatan, menjaga masa depan, serta tidak mudah mengikuti ajakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Kami ingin para pelajar mampu menjaga diri, menghormati orang lain, dan tidak terlibat dalam tindakan yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan,” tuturnya.
