Jakarta – Di balik angka 75.000 paket sembako dan lima lokasi serentak, ada filosofi mendalam yang menjadi fondasi Pasar Rakyat Hari Bhayangkara ke-80. Pada Minggu, 28 Juni 2026, Polri tidak sekadar menggelar program sosial — melainkan menerjemahkan visi “Polri untuk Masyarakat” menjadi aksi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh puluhan ribu warga.

Filosofi “Polri untuk Masyarakat” berarti institusi kepolisian ada karena masyarakat dan untuk masyarakat. Keberadaan Polri tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari rakyat yang dilayaninya — mulai dari menjaga keamanan hingga hadir dalam momen-momen ekonomi dan sosial masyarakat.

“Dengan semangat 80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan, menjaga keamanan dan ketertiban, serta hadir sebagai institusi yang semakin dicintai dan dipercaya masyarakat,” ujar Kombes Pol. Raden Tri Wahyu Budiyanto, S.I.K., M.M., Koordinator Pasar Rakyat Wilayah Jakarta Selatan.

Pasar murah sembako, Bazar UMKM, dan hiburan rakyat adalah ekspresi dari filosofi tersebut dalam bentuk yang paling konkret. Ketika seorang ibu dapat membeli beras premium 5 kilogram seharga Rp50.000, itulah Polri untuk Masyarakat yang hadir dan terasa nyata.