Jakarta – Kenaikan kepuasan layanan Polri dari 65,1 persen menjadi 67,6 persen mungkin terlihat kecil secara numerik. Namun dalam konteks survei Litbang Kompas 2026 dengan sampel 1.200 responden di 38 provinsi, kenaikan 2,5 poin ini memiliki makna yang jauh lebih besar dari yang tampak di permukaan.
Setiap persen dalam survei ini mewakili persepsi jutaan warga Indonesia. Kenaikan 2,5 poin berarti jutaan orang yang sebelumnya merasa biasa saja dengan layanan kepolisian kini merasakan perubahan positif yang cukup signifikan untuk mengubah penilaian mereka. Itu bukan perubahan kecil — itu perubahan yang nyata dan terasa.
Kenaikan kepuasan ini berjalan seiring dengan naiknya kepercayaan ke 82,4 persen dan citra positif ke 71,5 persen. Ketiga indikator bergerak searah — tanda bahwa perubahan yang terjadi bersifat menyeluruh, bukan parsial.
“Saya berharap seluruh jajaran POLRI punya kesadaran menjaga konsistensi kenaikan trend persepsi publik ini di masa depan, terutama dari aspek kepuasan publik dan citra positif terhadap institusi. Semakin baik Kepolisian Republik Indonesia, semakin baik juga bagi bangsa dan negara,” pungkas Hasan Nasbi, Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Sabtu (27/6/2026).
Kepuasan layanan yang terus naik adalah fondasi kepercayaan yang paling kokoh — karena ia dibangun dari pengalaman langsung masyarakat, bukan dari narasi.