Jakarta – Selisih angka partisipasi olahraga antara Indonesia dan Jepang yang diungkapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dalam Pembukaan Pekan Olahraga Polri 2026 menjadi alarm bagi semua pemangku kepentingan olahraga nasional. Fakta bahwa Indonesia hanya 26,3 persen sementara Jepang 72,9 persen menunjukkan betapa besar pekerjaan rumah yang ada.
Gap sebesar 46,6 poin persentase ini bukan angka yang bisa diabaikan. Artinya, hampir tiga perempat masyarakat Indonesia belum aktif berolahraga secara rutin, sementara di Jepang kondisinya justru sebaliknya. Padahal, Jepang kini menghadapi tantangan penuaan demografis yang lebih serius dibandingkan Indonesia.
“Yang menarik, saya mendapat laporan Pekan Olahraga Polri ini juga memasyarakatkan olahraga. Karena memang kita masih tertinggal. Jepang yang demografinya makin tua, partisipasi masyarakat berolahraganya sudah mencapai 72,9 persen. Indonesia partisipasinya baru 26,3 persen,” ujar Erick Thohir, Minggu (28/6/2026).
Pekan Olahraga Polri 2026 hadir sebagai salah satu jawaban atas tantangan ini. Dengan menjangkau masyarakat luas dan mengedepankan semangat partisipasi, kegiatan ini berkontribusi pada upaya menutup gap partisipasi yang masih sangat lebar tersebut.